Banda Aceh – UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala resmi menutup kegiatan Aceh Mandarin Camping (AMC) 2025 pada Selasa (20/8/2025). Program ini telah berlangsung sejak 21 Juli 2025 hingga pada akhirnya resmi ditutup pada 20 Agustus 2025 di Ruang Tes TOEFL, Gedung RKU 1 USK. Selama 21 kali pertemyan, Aceh Mandarin Camping 2025 menghadirkan program intensif pembelajaran bahasa dan budaya Mandarin dengan model pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Pada saat kegiatan, peserta tidak hanya belajar keterampilan berbahasa seperti berbicara, membaca, dan menulis Bahasa Mandarin, tetapi juga mempelajari kebudayaan Tiongkok.
Dalam sambutannya, Kepala UPT Bahasa USK, Dr. Kismullah, S.Pd., M.App.Ling., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Aceh Mandarin Camping merupakan wadah pembelajaran yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat. Melalui program ini, peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperluas wawasan budaya yang sangat penting di era global saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengajar, Hung, Tsu Hui, turut memberikan ucapan terima kasih pada acara penutupan. “Program ini sangat berkesan, kami sangat senang karena antusias belajar teman-teman sangat tinggi. Selain itu, kami turut berterima kasih kepada Universitas Syiah Kuala dan UPT Bahasa USK karena sudah menyetujui program kerja sama ini. Kami berharap suatu saat dapat kembali ke Aceh,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kesan positif juga datang dari para peserta. Nora mengaku sangat berkesan mengikuti program ini. Menurutnya, pembelajaran berlangsung interaktif dan menyenangkan. “Lewat kelas ini, saya jadi bisa berkomunikasi dalam bahasa Mandarin untuk percakapan sehari-hari. Rasanya menyenangkan sekali,” ungkapnya. Hal serupa disampaikan oleh Zaki, yang merasa mendapat pengalaman berharga. “Saya lebih percaya diri menggunakan bahasa Mandarin dalam konteks sehari-hari,” katanya. Baik Nora maupun Zaki mengikuti kelas ini untuk mengisi kegiatan selama liburan perkuliahan. Keduanya sepakat bahwa Aceh Mandarin Camping 2025 menjadi pengalaman yang berkesan dan bermanfaat, karena selain meningkatkan kemampuan berbahasa, juga memberi kesempatan mengenal lebih dekat budaya Tiongkok.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, UPT Bahasa USK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengembangan bahasa asing yang berkualitas, mendukung internasionalisasi kampus, serta memperkuat peran Universitas Syiah Kuala dalam mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat global.

Comments are closed