Aceh Besar, 2 Februari 2026 — UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala kembali mengambil peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Aceh berdaya saing global melalui pembukaan Program Pembekalan Keterampilan Kerja dan Pemantapan Bahasa Japanese Bootcamp 2025–2026 yang digelar di SMK PPN Saree, Aceh Besar, Senin (2/2).

Program ini diikuti oleh 36 peserta calon pekerja migran yang dipersiapkan untuk bekerja di Jepang dan akan berlangsung selama 13 hari secara boarding. Pembekalan keterampilan kerja pertanian ini merupakan kelanjutan dari program rintisan Japanese Bootcamp persiapan kerja ke Jepang yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan PT Natuna Malacca Ocean, serta didukung penuh oleh Baitul Mal Aceh. Program ini terbuka bagi lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi yang berminat berkarier di Jepang.

Secara khusus, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan bahasa Jepang sekaligus memantapkan keterampilan dasar pertanian sebagai bekal utama peserta dalam menghadapi dunia kerja di Jepang. Melalui pendekatan terpadu antara bahasa, keterampilan, dan kesiapan mental kerja, UPT Bahasa USK berupaya membangun jalur yang jelas dari ruang kelas menuju dunia kerja internasional.
Kolaborasi antara UPT Bahasa Universitas Syiah Kuala dan PT Natuna Malacca Ocean menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan dunia industri dalam menyiapkan SDM Aceh yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global.

Rangkaian acara pembukaan diawali dengan penampilan seni tari Ratoh Jaroe dan Tarek Pukat persembahan Sanggar Seni Siswa SMKPP Saree. Selanjutnya, Kepala UPT Bahasa USK, Dr. Kismullah, bersama Direktur PT Natuna Malacca Ocean, Nilam Bekti, menyampaikan laporan dan kilas balik perjalanan program rintisan persiapan kerja ke Jepang ini. Keduanya menjelaskan bahwa program tersebut dimulai melalui koordinasi lintas pihak dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur lembaga pendidikan, pemerintah, maupun sektor swasta.

Peserta yang mengikuti pembekalan di Saree merupakan peserta terpilih yang telah menempuh pembelajaran bahasa Jepang selama empat bulan di UPT Bahasa USK. Mereka juga telah mengikuti Japanese Foundation Test (JFT) serta uji keterampilan Specified Skilled Worker (SSW) bidang pertanian yang dilaksanakan di Medan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Kismullah dan Nilam Bekti menyampaikan apresiasi kepada SMKPP Saree yang menyambut baik kerja sama ini dan bersedia menjadi lokasi pembekalan keterampilan kerja pertanian sebelum peserta diberangkatkan ke Jepang.

Sebagai tuan rumah, Kepala SMKPP Saree, Dr. Muhammad Amin, S.P., M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat tepat mengingat SMKPP Saree telah lama menjadi pusat pelatihan pertanian di Aceh. Sekolah ini dilengkapi dengan berbagai peralatan pertanian yang memadai serta memiliki lahan praktik yang luas untuk menunjang pembelajaran berbasis keterampilan.

Acara pembukaan turut dihadiri dan mendapat arahan dari berbagai pemangku kepentingan, antara lain Rektor Universitas Syiah Kuala yang diwakili oleh Kepala Bagian Kewirausahaan Direktorat Alumni USK Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si.; Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh yang diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Mukhlis, S.P., M.A.; Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kacabdin Banda Aceh dan Aceh Besar Ahmad Fadhil, S.Pd., M.Pd.; serta perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk Aceh, BP3MI, dan instansi terkait lainnya.

Program Japanese Bootcamp ini secara resmi dibuka oleh Komisioner Baitul Mal Aceh, Tgk. Muda Wali Ibrahim, S.Ag., M.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti program yang dibiayai dari dana infaq dan sadaqah. Ia berharap para peserta kelak dapat menjadi muzakki dan menyalurkan zakat serta infaq mereka melalui Baitul Mal Aceh sebagai bagian dari kontribusi sosial dan ikatan batin jangka panjang.

Acara ditutup dengan pengenalan seluruh peserta oleh Koordinator Training, Maulidin Yahya, S.T. Ia menyampaikan bahwa dari total 36 peserta, sebanyak 18 orang telah memperoleh kontrak kerja, sementara 18 peserta lainnya masih dalam tahap penyelesaian ujian bahasa Jepang sebagai persyaratan keberangkatan.

Melalui program ini, UPT Bahasa USK berharap dapat melahirkan generasi pekerja Aceh yang tidak hanya unggul dalam keterampilan dan bahasa, tetapi juga memiliki kesadaran sosial serta komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan Aceh di masa depan.

Categories:

Tags:

Comments are closed